Sebuah perusahaan biasanya tidak hanya menjalankan satu system atau aplikasi yang berjalan di dalamnya. Sebut saja, Supply Chain Management, Customer Relationship Management, dan lainnya. Mereka (perusahaan) biasanya menempatkan masing-masing sistem atau aplikasi di satu mesin. Kalau sistem atau aplikasi berjumlah tiga dan masing-masing mesin dihargai US$5,000 misalnya, sudah bisa dikalkulasi berapa kocek yang mesti dikeluarkan sebuah perusahaan. Sementara efisiensi adalah sebuah keharusan. Dan tentunya, efisiensi juga berlaku di lingkungan TI sebuah perusahaan. Lingkungan TI memang terkadang dipandang sebagai salah satu divisi yang Low Profile, High Cost. Dan rasanya hal tersebut sangatlah wajar, mengingat infrastruktur untuk kelancaran operasional memang dibundel dengan harga yang rata-rata mahal. Sialnya, infrastruktur (mulai PC sampai mainframe) yang telah dibeli dengan harga mahal hanya bisa dimanfaatkan kurang dari 50%. Sumber IBM bahkan menyebutkan bahwasannya waktu menganggur untuk mainframe bisa mencapai 40%, untuk server Unix hanya mampu melayani dibawah 10%, dan hampir sebagian besar PC dalam tiap harinya menganggur 95%. Kalaupun terdapat lonjakan sistem dan kebutuhan hardware yang besar, lonjakan hanya berlangsung satu sampai dua hari saja. Khusus di Indonesia, kita tidak pernah meneliti lonjakan seberapa sering lonjakan terjadi. Buat mereka yang tidak yakin sering tidaknya lonjakan terjadi menjadiragu-ragu. Buat yang yakin mereka akan memilih menggunakan mesin yang mendukung komputasi grid, karena harganya lebih murah
Grid Computing
Di tahun 1999, United Devices dan Universitas Oxford bekerja sama dalam proyek pembangunan grid enterprise dengan cara mengumpulkan pengetahuan yang menjadi dasar proyek itu. Tidak hanya United Devices saja yang melakukan penelitian entanggrid. The Globus Alliance, sebuah lembaga riset dan pengembangan, juga ikut membuat teknologi fundamental dari grid. The Globus Alliance tidak sendiri, mereka bekerjasama dengan Laboratorium Nasional Argonne, Universitas California Selatan, Universitas Chicago, Universitas Edinburgh, dan Pusat Paralel Komputer Swedia. Dari proyek itu, kemudian bermunculan forum-forum yang mendiskusikan grid lebih lanjut. Salah satu forum itu adalah Global Grid Forum (GGF). Dari penelitian kemudian muncul sebuah standardisasi dan spesifikasi layanan web yang terintegrasi dengan komputasi grid (Open Grid Services Architecture, OGSA). Dengan standardisasi OGSA, memungkinkan komunikasi yang heterogen, tidak terpengaruh dengan letak geografis.
Apa itu Grid ?
Menurut Giga Research, komputasi grid dalam pengertian dasar, merupakan komputer atau server dalam sistem cluster, yang dihubungkan satu dengan yang lainnya, yang memungkinkan menggunakan resources yang ada secara bersamaan. Tidak begitu berbeda dengan Giga Research, komputasi grid menurut Sun Microsystems disingkat menjadi 3 C, yaitu Computing, Colaboration, dan Communication. Dari pengertian itu kita bisa menilai bahwasannya komputasi grid merupakan suatu hal yang luar biasa. Bagaimana tidak hebat, berbagai aplikasi dan mesin yang berbeda dapat dengan mudah dikonfigurasi tanpa harus mengganggu sistem yang tengah berjalan. “Sebuah komputasi grid, idealnya tidak dibatasi oleh penggunaan hardware maupun platform (software). Sun dalam komputasi grid, yang dimajukan adalah aplikasinya,” kata Yusra Hardiyanto, Technical Consultant PT Sun Microsystems Indonesia.
Dalam kamus IBM, komputasi grid merupakan bagian dari payung IBM e-Business on demand. “Komputasi grid merupakan bagian kecil dari pemanfaatan dari IBM e-Business on demand,” kata Suryo Suwignyo, Country Manager System Group IBM Indonesia. Singkatnya, kalau komputasi grid, sebatas hardware dan software saja, on demand-nya IBM selain services.
Pilih Grid atau…
Berikut sedikit gambaran apakah Anda membutuhkan komputasi grid atau tidak. Misal sebuah perusahaan membutuhkan mesin yang dilengkapi dengan delapan processor. Karena kebutuhan mesin dengan delapan processor itu hanya di waktu-waktu tertentu saja, sehari-hari si perusahaan hanya membutuhkan mesin dengan empat processor, maka perusahaan tersebut cukup membeli mesin dengan empat processor di dalamnya.“Anda membeli mesin menggunakanempat processor, padahal Anda membutuhkan mesin sampai delapan processor. Kita bisa ship di dalam mesin (yang menggunakan empat processor) itu sampai delapan processor, tetapi Anda hanya membayar empat,” kata Suryo.Begitu Anda membutuhkan dukungan mesin hingga delapan processor, Anda tinggal menghubungi IBM untuk mendapatkan kinerja mesin yang menggunakan delapan processor. Dari IBM akan memberikan sebuah kode aktivasi yang bisa membuat mesin dengan empat processor tadi erkinerja delapan processor. Dan Anda tidak akan direpotkan untuk memasang processor baru atau instalasi driver tertentu. Begitu juga memori, harddisk, dan peripheral lainnya. Intinya, mesin yang menggunakan empat prosesor tadi, setelah di-tunning edemikian rupa, akan memiliki kemampuan delapan processor. Sebagai catatan, apabila lonjakan kinerja yang Anda butuhkan lebih dari 30 hari, ada baiknya Anda beli saja mesin dengan delapan processor tadi. Begitu juga sebaliknya, apabila lonjakan hanya Anda rasakan dua tiga hari, akan lebih baik Anda menyewa.
Grid, Linux, dan Infrastrukturnya
Keandalan dan efisiensi yang diberikan Linux membuat sistem operasi dengan lambang penguin itu dilirik oleh para pemain di komputasi grid. Digunakannya Linux membuat biaya yang Anda keluarkan jauh lebih efektif dibandingkan jika menggunakan OS yang lain. Lebih-lebih, para pemain komputasi grid juga telah memproklamirkan diri mendukung Linux habis-habisan. Para pemain besar itu di antaranya IBM, Sun Microsystems, dan Oracle. Lihat saja Sun. Sun Microsystems bahkan menyediakan resources, berupa kode sumber, panduan, dan dukungan teknis, bagi siapa saja yang ingin mengembangkan aplikasi berbasis grid. Dan resources tersebut bisa Anda jalankan di PC. Salah satu alasan Sun mengapa mereka mendukung Linux, menurut Yusra, kalau sebuah teknologi dibatasi oleh suatu hal yang proprietary, perkembangannya biasanya tidak terlalu dasyat. Linux itu sifatnya open dan komunitasnya besar. Kalau aplikasi grid dilepaskan ke komunitas open source, maka akan lebih banyak orang yang ikut terlibat di dalamnya. Di-open-kannya aplikasi grid ke public bukan berarti tidak memiliki tujuan. “Sun mememiliki tujuan ingin melakukan pembelajaran mengenai apa itu grid, bagaimana grid bekerja, dan lainnya. Sun berharap image Sun yang mendukung komputasi grid dan Linux akan terbentuk,”tambah Yusra.
Lalu apakah di Indonesia sudah ada yang menerapkan komputasi grid untuk masalah-masalah yang kompleks? Kami belum mendapatkan informasi tentang hal itu. Implementasi grid di Indonesia, menurut Suryo, masih terbentur dengan infrastruktur telekomunikasi yang ada. Infrastruktur, sebuah masalah klasik yang sampai saat ini belum ada solusi yang konkrit. Selanjutnya, apa saat ini sudah ada aplikasi yang mendukung komputasi grid?
Beberapa aplikasi yang masuk kategori aplikasi komputasi grid di antaranya HP Utility Data Center, Oracle 10g, Sun One Grid Engine, dan IBM Websphere. Dan semua aplikasi tersebut seharusnya mulus berjalan di mesin apa saja. “Seharusnya Grid engine itu tidak batasan seperti apa hardware-nya,” kata Yusra Semua pihak pada akhirnya akan menyiapkan dirinya ke arah komputasi grid. Contohnya, aplikasi database. Vendor aplikasi tersebut akan menerapkan kebijakan pay by click. Kalau Anda pakai sekian Anda bayar sekian, kalau Anda tidak memakainya Anda tidak perlu membayar.
Implementator Grid
Dari tiga vendor TI yang mendukung konsep komputas grid, masing-masing vendor telah memiliki kustomer yang menerapkan komputasi grid. Berdasarkan abjad, berikut perusahaan-perusahaan yang telah mengimplememtasikan komputas grid:
Hewitt Associates
Hewitt Associates merupakan perusahaan konsultasi SDM dan outsourcing global yang bekerja sama dengan IBM membangun komputasi grid. Hewitt Associates menggunakan solusi WebSphere dan Linux yang dijalankan di atas IBM eServer zSeries untuk aplikasi model pensiun perusahaan tersebut.
Morgan Stanley
Morgan Stanley merupakan perusahaan finansal yang bekerja sama dengan IBM memigrasikan aplikasi-aplikasi analitis agar berjalan di server grid yang ber-processor
Intel. Morgan Stanley terus mencari model-model komputasi terdistribusi yang canggih untuk meningkatkan fleksibilitas dan pemanfaatan aset komputasi mereka.
NLI Research Institute
NLI Research Institute merupakan perusahaan yang tergabung dalam Nippon Life Insurance Group bekerja sama dengan Tokyo Research Laboratory milik IBM menggunakan simulasi Monte Carlo dan memanfaatkan teknologi grid. Tujuan NLI
Research Institute menggunakan komputasi grid mengurangi waktu pemrosesan data keuangan mereka.
CERN
CERN merupakan perusahaan Eropa untuk riset nuklir yang menggunakan aplikasi Oracle grid untuk keperluan riset nuklirnya.
Electronic Art
Electronic Art (EA) merupakan pengembang dan publisher game independen untuk PC, PlayStation®2, Xbox™, Nintendo, dan Game Boy®. Salah satu permainan online EA, Sims Online, menggunakan 18 mesin Intel plus Linux dengan database Oracle. Permainan online itu diikuti 100.000 sampai 150.000 pengguna.
Axyz Animation
Axyz Animation, Inc. merupakan perusahaan yang memfokuskan diri mengolaborasikan engineering dan komputasi teknis untuk mendapatkan performa tinggi (HPTC). Axyz Animation menggunakan aplikasi Sun ONE Grid Engine. Penggunaan Sun ONE Grid Engine membuat para animator dengan bebas memasukkan berbagai proses, baik animasi ataupun rendering, dengan perintah yang sama.
Heriyadi (heriyadi@infolinux.co.id)
Sumber : http://ilkom.unud.ac.id/infolinux/Tahun%202004/PDF%20LINUX%200104/48_Feature_01.pdf